Amerika Utara / USA

3 Kegiatan Wajib di North End, Boston

Di beberapa kota besar di Amerika Serikat, biasanya terdapat satu daerah  pemukiman imigran Itali dan keturunannya yang disebut Little Italy. Sejak tahun 1870, tingkat perpindahan penduduk dari Itali ke Amerika Serikat sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena gejolak politik dan pesatnya pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan minimnya lapangan kerja,  khususnya di daerah Selatan dan Sisilia sehingga 84% imigran Itali berasal dari sana.

Boston juga mempunyai Little Italy nya sendiri dan menjadi salah satu tujuan wisata paling populer bagi para turis.  Selama 4 hari di Boston saya sudah 4 kali lho ke North End. Ngefans banget kan?! 😛 Menurut saya ada 3 kegiatan wajib yang harus dilakukan kalau berkunjung ke North End.

IMG_3138

Salah satu bangunan di North End

1. Makan, Makan, dan makan

Turis datang ke North End untuk menikmati aneka masakan Itali. Sepanjang Hanover Street, jalan utama North End, anda bisa menemukan kurang lebih 100  restoran, bakery dan cafe.  Kalau anda ingin pizza, jangan lewatkan Regina Pizzeria yang sudah berdiri sejak tahun 1926. Tapi bagi saya restoran yang paling berkesan adalah The Daily Catch.

The Daily Catch sangat populer. Antreannya panjang dan membuat saya dan Ninessa, teman seperjalanan saya, harus menunggu sekitar setengah jam. Di dalam restoran hanya terdapat 6 meja makan, dan dapurnya pun dibangun didalam ruangan. Sangat sempit. Namun justru karena sempit itu, suasana terasa lebih intim dan kekeluargaan, seperti sedang berkunjung ke rumah teman. Chef nya sangat ramah dan membuat suasana tambah menyenangkan.

Di Daily Catch kami mencoba Black Pasta yaitu pasta dengan tinta cumi, dan juga seafood platter yang terdiri dari calamari goreng, kerang goreng, dan bakso cumi. Rasanya lezat dan sampai sekarang masih ngiler kalau ngebayangin 😋😋.  Pokoknya kalau ke North End, carilah restoran yang antreannya panjang. Dijamin masakannya enak.

ne4

Suasana dalam restoran The Daily Catch

makan

Mencoba Black pasta dan seafood platter

6635868957_421bbaae77

Menu The Daily Catch

Di North End anda harus mencoba Cannoli yaitu kue manis khas Sisilia yang berbentuk kerucut dengan isi fla dan keju Riccota. Sekarang Cannoli sudah dimodifikasi dengan tambahan berbagai rasa seperti green tea, coffee, Tiramisu, chocolate mint, dan masih banyak lagi.

Ada persaingan ketat antara dua toko kue penjual Cannoli yaitu Mike’s Pastry dan Modern pastry shop. Dua toko ini selalu penuh dan antre panjang. Jadi tidak heran di terminal keberangkatan bandara Boston, banyak sekali terlihat turis menenteng dus-dus dari Mike’s atau Modern Pastry yang berisi Cannoli untuk oleh-oleh. Saya sudah mencoba dua-duanya, dan menurut saya sih sama enaknya. 🙂

ne3

Antrean di Mike’s pastry

ne6

cannoli berbagai rasa

 2. Wisata Sejarah di North End

Daerah North End adalah daerah tertua di Boston yang mulai dibangun pada tahun 1660 ketika kaum Puritan dari Inggris mendarat di benua Amerika.  Ada 2 peninggalan kaum Puritan yang masih bertahan sampai sekarang yaitu Kuburan Copp’s Hill dan gereja Old North.

Kuburan Copp’s Hill terletak di atas bukit yang menghadap ke sungai Charles. Kuburan dengan  1200 buah nisan ini mulai dipergunakan sejak tahun 1659 dan merupakan kuburan tertua kedua di Boston. Nama Copp’s Hill diambil dari nama pembuat sepatu dan pemilik lahan saat itu yaitu William Copp. Kuburan ini dikenal sebagai peristirahatan terakhir para seniman dan pengrajin antara tahun 1659 sampai 1850.

ne7

Nisan di kuburan Copp’s Hill

ne8

Kuburan Copp’s Hill

ne9

Kuburan Copp’s Hill

Tidak jauh dari Kuburan Copp’s Hill terdapat sebuah gereja aliran Episkopal yang merupakan gereja tertua di Boston yaitu Gereja Old North. Gereja ini dibangun pada tahun 1723 dan masih aktif sampai sekarang. Gereja Old North sangat unik. Ini pertama kalinya saya ke sebuah gereja dimana tempat duduk umat dibagi menjadi bilik-bilik kecil. Rupanya pada tahun 1700an, satu keluarga berhak atas satu bilik doa di gereja.

ne10

Gereja Old North

ne13

Bilik untuk umat di gereja Old North

ne12

Bilik untuk umat di gereja Old North

ne11

Tiap bilik ada nama keluarga yang punya hak memakai bilik itu. Sekarang umat bebas memilih tempat.

3. Tempat ajang foto-foto

North End adalah salah satu daerah yang paling cantik di Boston. Arsitektur bangunannya merupakan perpaduan dari beberapa periode di Amerika mulai dari jaman Puritan sampai sekarang. Namun mayoritas bangunannya adalah sisa dari abad 19 dan 20 dimana saat itu rumah susun mulai populer untuk mengakomodir pertumbuhan imigran.

ne17

 berfoto di North End

ne15

berfoto di North End

ne20

Bangunan di North End

IMG_3137

Salah satu rumah di North End

Kalau suatu hari ada kesempatan berkunjung ke Boston, jangan lupa mempir ke North End. Dengan jenis masakan Itali yang beragam, kisah sejarah yang menarik, serta bangunan arsitektur yang memukau, dijamin anda akan selalu ingin kembali lagi. 🙂

Advertisements

30 thoughts on “3 Kegiatan Wajib di North End, Boston

  1. Boston or Chicago ini 2 kota di US yg one day ingin aku kunjungi 🙂 smoga suami ada rejeki dinas disono jd aku bs ikutan, hehehe.

  2. Kotanya historis sekali! Bangunannya, nisannya, keunikannya, makanannya yang bikin ngiler, wow bikin mupeng buat berkunjung ke sana :hehe. Unik banget, nisan-nisan itu berderet seolah tanpa spasi, dan saya suka membaca tulisan-tulisan di nisan terus nama-nama keluarga pada bilik doa di gereja–mereka seperti punya cerita panjang yang tidak tergerus zaman karena bangsa di sana sangat bisa menjaga peninggalan sejarah. Salut :)).

  3. Sukses bikin saya ikutan ngiler gegara bayangin black pasta sama seafoodnya mbak waaaaah….
    Kuburan di kuar negeri nggak se ngeri yang di Indonesia ya? Bagus juga kayaknya dibuat foto-foto hehehe
    Waaaah beda banget sama di Indonesia ya soal pengelolaan dan perawatan bangunan tua, masih keren-keren, terrawat dan kokoh, bagus ya hehe

    • Iyaaaa masih terpelihara dgn baik bangunannya. Padahal mayoritas dari taun 1800-an, kl gerejanya dari taun 1700an.
      Masa sih kuburannya gak ngeri? Nisannya miring2 gt aku bayanginnya ada drakula didalamnya trus sore2 keluar. Hahahaa

      • Waaaaaah… Lama banget ya? Di Indonesia masih ada sih bangunan yang dari tahun segituan, tapi ya udah nggak karuan bentuknya hehehe
        Iya, enggak seseram yang di Indonesia. Yang banyak pohom kambojanya terus bunga-bunga yang jatuh di tanah sama gundukannya itu looooh hehehe
        Beda negara jadi musti beda yang ditakutin ya mbak? Kalau di sini sih lebih takut kalau yang keluar pocongan malah, mungkin kalau di China vampir kali ya hahahaha

        • Iya sayang sekali ya bangunan di Indo banyak yg gak terpelihara, padahal nilai sejarahnya tinggi. Gak terlalu banyak org yg tertarik sejarah dan budaya kali ya.
          Kalo setan Indo emang plg ngeri!! Bandingin aja film horor bule sama Indo, lbh ngeri Indo kan. Eh tp film horor indo jaman dulu loh. Jaman skrg mah porno. Hahhaa

    • Iyaaaa bener banget kaya Diagon Alley. hihi Kalo jalan2 di North End paling asik keluar masuk gangnya. krn banyak ketemu sesuatu yang unik, entah itu kafe kecil yang nyempil, atau rumah kuno peninggalan sejarah. Keren deh!

      • oiya mba Clara untuk produk unggulan di daerah North End yang paling diminati oleh wisatawan apa aja nih (yang sering dibawa buat oleh-oleh gitu) ? 😀 jadi penasaran hihihi

        • Kalo untuk oleh2 pada beli Cannoli, semacam kue Itali isinya fla dan keju. Oh ya, Boston tuh ngetop loh seafoodnya. Nah, kalo emang pengen seafood seger yang enak, beli lobster di bandara untuk oleh2. Iya, lobster hidup!! Ntar dimasukkin ke dalam kardus sama yang jual, trus dibawa dalam cabin pesawat deh. nyaaam hahaaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s