Eropa / Inggris Raya

The Cavern Club : Tempat lahir The Beatles

Awal perkenalan dengan lagu-lagu The Beatles dimulai sejak kecil karena terpengaruh bapak saya, penggemar The Beatles sejati. Bapak sering memutar lagu band legendaris Inggris ini entah di mobil maupun dirumah, sehingga lagu-lagu mereka sudah tidak asing lagi di telinga. Ketika bapak remaja, ada masa ketika rambutnya berponi dan memperkenalkan dirinya  John (dari John Lennon tentunya). Dulu dia selalu membawa gitar kemana-mana dan  pernah menjadi anggota band yang memainkan musik The Beatles. Oleh sebab itu sudah sepantasnyalah ketika mengunjungi Liverpool, salah satu tujuan utama adalah The Cavern Club.

The Cavern Club adalah sebuah bar di Liverpool dimana The Beatles tampil sebanyak 292 kali dari tanggal 9 Februari 1961 sampai 3 Agustus 1963 .  Di tempat ini pulalah Brian Epstein, manager the Beatles, menyaksikan penampilan mereka pertama kali pada tanggal 9 November 1961. Bar ini juga pernah menampilkan band-band legendaris seperti The Rolling Stones, Elton John, Queen, The Who, ataupun artis anyar seperti Adele dan  The Wanted.

Pada bulan April 1984, The Cavern Club  diambil alih oleh Tommy Smith, pemain bola Liverpool F.C. Namun karena resesi ekonomi dan keadaan politik yang tidak stabil, bar ini beberapa kali berpindah tangan hingga akhirnya ditutup pada tahun 1989. The Cavern Club dibuka kembali Pada tahun 1991 oleh Bill Heckle yang berprofesi sebagai seorang guru, dan  Dave Jones, seorang supir taksi. Sampai saat ini Cavern Club masih menjadi milik mereka. 

 The Cavern Club yang terletak di jalan 10 Mathew Street. Arah menuju tempat ini sebenarnya susah-susah gampang. Lokasinya tepat di tengah kota di sebuah pusat perbelanjaan yang bernama Cavern Walks Shopping Centre. Saya selalu kesasar kalau kesana sendirian. Untungnya adik saya hafal luar kepala. Kalau sampai kesasar, tanya saja  arah jalan kepada toko terdekat.  Mayoritas warga daerah itu tau  dimana bar itu berada.

The Cavern Club terletak diujung jalan kuldesak yang lokasinya cukup terpencil. Bangunannya tua dan lampu neon merah bertuliskan nama bar ini menyala terang didepan pintu masuk. Tidak jauh dari situ, pengunjung bisa berfoto dengan patung John Lennon yang sedang menyandarkan diri di pilar bangunan. Namun yang menarik justru patung Eleanor Rigby yang merupakan salah satu karakter fiksi yang menjadi judul lagu The Beatles. Ternyata, pada tahun 1800-an ada seorang wanita bernama Eleanor Rigby hidup di Woolton, sebuah kota tidak jauh dari Liverpool. Eleanor Rigby meninggal dan jasadnya dikuburkan di area kuburan gereja dimana John Lennon dan Paul McCartney sering bertemu untuk mencari inspirasi, sehingga terciptalah lagu Eleanor Rigby.  Makam itu sekarang menjadi salah satu kunjungan wisata  dan muncul di video kilp The Beatles berjudul Free as a bird. 

Berfoto bersama Elenor Rigby

Patung John Lennon di depan The Cavern Club

Sesampainya di Cavern Club, pengunjung harus menuruni tangga menuju area bawah tanah yang cukup curam setinggi 3 lantai. Tempatnya pengap dan gelap, serta  keberadaan tiang-tiang pembatas membuat ruangan terlihat sempit.  Ketinggian langit-langitnya cukup rendah. Batu bata merah  menjadi bahan bangunan utama, tanpa disemen ataupun dicat. Berbagai grafiti menghiasi tembok bata mulai dari dinding sampai ke langit-langit. Ada grafiti yang berbentuk gambar ataupun hanya sekedar tulisan dalam berbagai macam bahasa. Grafiti-grafiti ini membuat tempat ini terlihat jorok dan tidak tepelihara.

Ada kejadian lucu ketika saya berada di Cavern Club. Saat itu ruangan sudah penuh oleh pengunjung, namun pemain band belum juga tiba sehingga panggung masih kosong. Melihat kesempatan itu, bapak langsung memaksa saya  untuk berpose di depan panggung. Agak kikuk juga berfoto di depan puluhan pasang mata. Tanpa mempedulikan sekitar  bapak mulai jeprat jepret sambil mengatur posisi.  Saya kaget juga melihat pengunjung  lain tiba-tiba berdiri dan antre dibelakang saya sambil membawa kamera masing-masing.  Rupanya  dari tadi mereka  ingin melakukan hal yang sama, tapi malu. Ternyata bukan saya saja yang demam panggung.

Berfoto di depan panggung

Area duduk pengunjung. 

Di area belakang Cavern Club terdapat sebuah Bar yang menjual berbagai macam minuman dari air putih sampai Gin meski bir tetap menjadi favorit utama.  Para bartendernya sangat ramah dan dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan para turis tentang sejarah Cavern Club atau The Beatles. Bahkan suatu kali saya  mencuri dengar seorang bapak tua yang mengatakan bahwa dia teman dekat Paul McCartney.Beberapa turis mendengarkan ceritanya sambil tersenyum. Entah percaya atau tidak, tapi yang pasti, kehadiran bapak tua itu menambah warna di tempat ini.

Bar di Cavern Club

Pengunjung The Cavern Club sangat beragam. Dari yang berumur belasan tahun sampai yang sudah kakek-nenek. Kebanyakan pengunjung adalah turis dari berbagai negara. Ada juga beberapa penduduk lokal yang datang untuk sekedar bernostalgia ataupun menikmati suasana.  Band yang tampil tidak selalu memainkan lagu The Beatles,  namun para pengunjung  tetap keliatan puas.

Cavern Club disaat ramai

The Cavern Club dibuka setiap hari senin sampai kamis dari jam 4 sore sampai 12 malam, dan hari Jumat sampai minggu dari jam 12 siang sampai dini hari. Menurut saya waktu yang paling enak untuk berkunjung adalah sore hari sekitar jam 5 atau 6. Kalau datang terlalu pagi, tempat ini sepi dan biasanya tidak ada band yang tampil. Tapi kalau malam, menjadi  terlalu ramai, sehingga keadaan menjadi tambah sesak dan pengap.  Terakhir saya berkunjung kesana, tidak dikenai biaya masuk asalkan membeli minuman di bar. Namun sekarang tiap pengunjung dikenai biaya 10 pound atau sekitar 180 ribu rupiah. Pengunjung juga bisa membeli  pernak-pernik The Beatles mulai dari kaos, tas, jam, gelas, ataupun poster.

Jika anda penggemar The Beatles, The Cavern Club adalah tempat yang wajib dikunjungi di Liverpool. Anda bisa lebih mengenal The Beatles secara lebih dekat sambil menikmati musik bersama fans dari seluruh dunia. Suatu pengalaman yang sangat menarik.

Advertisements

5 thoughts on “The Cavern Club : Tempat lahir The Beatles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s