Eropa / Perancis

Le Marais-Paris: Perkampungan Yahudi dan Rumah Victor Hugo

Le Marais adalah daerah yang sering disebut Kota tua Paris. Ketika Napoleon berkuasa, banyak bangunan dihancurkan dan diganti dengan bangunan baru, dimana jalan pun diperlebar seperti di La Concorde dan Champ élysées. Untungnya Le Marais  selamat dari era modernisasi sehingga  saat  ini memiliki bangunan pra abad 18  yang jumlahnya terbanyak di seluruh paris. 

Sekarang Le Marais dikenal sebagai  salah satu daerah trendy dengan deretan restoran, cafe,  toko unik, dan galeri seni. Karena areanya kecil, amat mudah mengeksplorasi banyak tempat  dalam waktu singkat. Berikut tempat yang saya kunjungi sewaktu disana.

marais23

Daerah Le Marais

marais3

Daerah Le Marais

Gereja St Paul Saint Louis

St Paul Saint Louis adalah sebuah gereja katolik di jalan Saint Antonie yang dikenal sebagai gereja ordo Jesuit pertama di Paris. Gereja  ini dibangun tahun 1627 oleh seorang arsitek  Jesuit bernama Étienne Martellange. 

Yang saya sukai dari gereja ini adalah bentuknya yang kontras dengan area sekitarnya. Bayangkan, di tengah gedung-gedung tua dengan nuansa warna yang seragam, tiba-tiba muncul bangunan menjulang tinggi yang terlihat ‘gepeng’ dari sisi luar dan dihiasi pintu warna merah menyala. Tentunya membuat orang yang lewat penasaran, kan? Kalau tertarik kesini anda bisa langsung berhenti di Metro St Paul dan  jalan kaki sekitar 2 menit.

marais1

Berfoto bareng bapak depan gereja

 Perkampungan Yahudi

Sebelum perang dunia kedua, daerah Le Marais terkenal sebagai perkampungan Yahudi terbesar di Eropa. Namun ketika Nazi berkuasa, 75% penduduknya meninggal di kamp konsentrasi. 

Sekarang pusat perkampungan Yahudi di Le Marais terletak di Rue Des Rosier. Di sepanjang jalan itu anda bisa melihat berbagai toko roti, restoran, toko pernak pernik, sinagoga, bahkan museum. Daerah  ini selalu ramai pengunjung tapi tiap sabtu banyak toko tutup untuk menyambut hari sabat.

Di Rue Des Rosier, terdapat sebuah rumah dengan pintu besar penuh bunga. Rumah ini menjadi saksi bisu sebuah peristiwa tragis dimana tiga orang Yahudi disiksa dan dibunuh oleh Gastepo setelah terbukti menyembunyikan banyak kaumnya. Sekarang rumah tersebut berubah fungsi menjadi pusat pendidikan kitab Torah. 

marais6

Di Le Marais terdapat banyak restoran Yahudi, tapi yang paling terkenal adalah L’As du Fallafel. Benar saja, restoran ini antrinya panjang sekali sehingga kami disuruh menunggu 20 menit. Karena sudah keburu lapar akhirnya kami memilih makan di restoran seberangnya bermama Mi Va Mi.

Masakan Yahudi  unik dan lezat. Awalnya agak ragu mau pesen yang mana karena selain menunya berbahasa Perancis, kami juga tidak tau seperti apa bentuk makanannya. Kamipun menyontek pilihan makanan di  meja sebelah, dan untungnya puas dengan   suguhannya.

marais2

Antrian panjang di restoran L’as Du Fallafel

marais2

Restoran Yahudi

marais5

Makanan Yahudi

Rumah Victor Hugo

Victor Hugo adalah seorang seniman Perancis penulis novel The Hunchback of Notra Dame dan les Misrables. Kalau  berkunjung ke Le Marais, anda harus mampir ke rumahnya yang sekarang sudah dirubah menjadi museum. Victor Hugo tinggal di apartemen ini selama 16 tahun dari tahun 1832-1848 sejak dia berumur 30 tahun. Berkunjung ke museum ini gratis lho, jadi jangan lewatkan kesempatan ini.

marais11

Koleksi foto dan lukisan di apartemen Victor Hugo

Di museum ini anda bisa melihat dari dekat tempat tidur dimana Victor Hugo menghembuskan nafas terakhir, dan juga meja kerja favorit tempat beliau menulis karya-karyanya. Tapi yang paling berkesan justru warna dan corak wallpaper di ruangan apartemen yang heboh dan kadang bikin sakit mata 😂

Sayangnya museum ini hanya menyediakan informasi dalam bahasa Perancis, sehingga sulit untuk menikmati secara maksimal. Tapi untungnya ada beberapa penjaga yang mampu berbahasa Inggris meskipun tidak lancar, dan bersedia memberi keterangan.

marais19

Ruangan dengan corak wallpaper, gorden, dan karpet yang rame

marais17

Ruangan dengan corak wallpaper, gorden dan karpet yang rame

marais12

Kamar tidur Victor Hugo

marais20

Berfoto bareng pak Victor dengan background wallpaper hijau 😛

Victor Hugo meninggal pada tanggal 22 mei 1885 di umur 83 tahun  karena  pneumonia. Hari kematiannya dijadikan sebagai hari berkabung nasional.  Lebih dari 2 juta orang mengikuti prosesi pemakamannya yang dimulai dari  Arc De Triomphe sampai Pantheon, dimana beliau disemayamkan di kuburan bawah tanah bersama dua seniman ternama lainnya, Alexandre Dumas penulis Three Musketeers, dan Emelie Zola.

victor-hugo-makam

Kuburan Victor Hugo di Pantheon.

Museum Holocaust

Museum Holocaust di Le Marais adalah museum untuk mengenang 76 ribu orang Yahudi di Perancis yang menjadi korban persekusi dan pembantaian  yang dilakukan secara sistematis dan disponsori oleh rezim Nazi. Meskipun museum ini sudah berdiri sejak tahun 1943, tapi baru dibuka untuk umum tahun 2005.

Topik tentang Holocaust tidak terlalu banyak diulas oleh Pemerintah Perancis yang awalnya menolak anggapan bahwa mereka terlibat dalam tragedi pembunuhan ribuan orang Yahudi. Sebagai catatan , saat perang dunia kedua, Perancis terpecah menjadi dua bagian. Satu berada di bawah kekuatan militer Jerman, dan satunya lagi negara merdeka.

Pada tahun 1995, Presiden Perancis Jacques Chirac secara resmi meminta maaf kepada warga Yahudi atas keterlibatan Perancis pada tragedi Holocaust. Pada tahun 2015, 200 ribu dokumen rahasia pemerintah dibuka untuk umum.  Dokumen-dokumen itu membenarkan bahwa Rezim Vichy (Rezim Perancis dibawah kekuasaan militer Jerman), membantu Hitler untuk mendeportasi 76,000 orang Yahudi dari Perancis.  

Sekuriti di museum Holocaust sangat ketat.Bahkan tas dan jaket harus masuk mesin X-Ray. Para penjaganya ramah meskipun tidak bisa bahasa Inggris. Begitu keluar dari area sekuriti, anda akan melihat tembok dengan tulisan nama tiap korban Holocaust dari Perancis yang meninggal di kamp konsentrasi. Jumlahnya ada 76 ribu dimana 11 ribu adalah anak kecil.  
 
marais

Nama korban Holocaust

Artefak terbesar di museum adalah  sebuah pintu barak yang dibawa langsung dari kamp konsetrasi di Auschwitz. Anda juga bisa melihat dari dekat  barang dan dokumen pribadi para korban seperti tas, foto, baju, surat-surat, bahkan ada catatan belanja. Hal ini untuk memberikan gambaran bahwa para korban adalah maysarakat biasa yang menjalani kehidupan sehari-hari seperti layaknya penduduk Perancis lainnya.
marais9

Artefak Holocaust

Yang menyedihkan bagi saya adalah video yang memperlihatkan orang-orang kurus bagai tengkorak hidup yang berjalan sempoyongan. Ada juga foto puluhan jenasah yang ditumpuk sembarangan seperti kantong beras. 

Lebih ngeri lagi ketika membaca proses  eksekusi yang sadis dan sistematis. Langkah pertama adalah memasukkan para tahanan ke dalam kamar gas; langkah kedua memasukkan jenasah ke dalam ruang kremasi untuk dibakar; langkah ketiga menggiling sisa tulang yang masih utuh sehingga hancur dan lebih mudah disembunyikan dari sekutu, dan langkah terkahir adalah menguburnya di kuburan masal. Ternyata banyak tentara Nazi yang mayoritas remaja mengalami depresi dan stres karena dipaksa melakukan aktifitas mengerikan ini.

Kalau anda tertarik dengan sejarah holocaust atau penasaran dengan keadaan kamp konsentrasi dan para tahanannya, museum ini sarat informasi dan dikemas dengan menarik. Tapi saya ingatkan bahwa ini bukan ‘feel-good’ museum, karena ada kemungkinan anda akan  stres sesaat setelah melihat foto, film dan artefak horor jaman itu.

marais7

Pintu dari salah satu barak konsentrasi di Auschwitz

marais4

Seragam yang dipakai oleh tahanan dan dibuat dari rambut.

marais8

Kumpulan foto para korban kekejaman Nazi

Centre Pompidou

Centre pompidou adalah sebuah komplek bangunan dengan konsep arsitektur unik  yang disebut ‘inside-out’ architecture, dimana kerangka bangunan dibiarkan terbuka, jadi pengunjung bisa melihat secara utuh saluran air dan saluran angin yang biasanya disembunyikan dibalik tembok. 

Di Centre Pompidou anda bisa mengunjungi perpustakaan yang terkenal bernama Centre Pompidou Public Library. Perpustakaan ini memiliki 450.000 koleksi buku serta 2.600 majalah. Selain itu anda juga bisa menikmati pemandangan kota Paris yang indah dari lantai atas gedung.

pompidou6a

Gedung Centre Pompidou yang unik

pompidou1

Jalan masuk di dalam gedung

pompidou2

Pemandangan Paris dari Centre Pompidou

The National Museum of Modern Art (NMMA) yang terletak di lantai 4 dan 5  adalah museum dengan jumlah koleksi seni modern terbanyak nomer dua setelah Museum of Modern art di New York. Saat ini jumlah koleksi seni di  NMMA ada lebih dari 100 ribu dari 64 ribu seniman dari 90 negara yang mencakup seni kontemporer terbaik abad 20 seperti aliran Fauvisme, Seni Abtract, Surealisme dan Cubist. Di museum ini terdapat beberapa karya seniman dunia seperti Matisse dan Picasso. Biaya masuk ke museum ini adalah 14 Euro.

Sebagai orang yang tidak begitu mengerti karya seni modern, terus terang museum ini bikin saya ngantuk. Waktu  saya kesana sedang ada pameran lukisan karya  Rene Magritte dan takjub ketika melihat banyak pengunjung mengerubungi sebuah lukisan bergambar payung dan gelas. Jadi lain kali daripada ke museum seni ini, saya akan lebih memilih menikmati pemandangan Paris dari restoran Georges di puncak Centre Pompidou.

pompidoue4

pompidou3

Lukisan payung Rene Magritte

Kalau anda ada kesempatan ke Paris, sempatkan untuk meluangkan waktu mengeksplorasi Le Marais. Banyak tempat yang unik dan menarik yang tidak bisa ditemukan di daerah lain. Disini anda bisa melihat dan merasakan secara langsung keadaan Paris pada abad 18 karena bangunan dan jalan-jalannya tidak banyak berubah. Dan gosipnya, Le Marais merupakan salah satu daerah berhantu di Paris, lho 😛

Advertisements

28 thoughts on “Le Marais-Paris: Perkampungan Yahudi dan Rumah Victor Hugo

    • Banget! Itu aja masih banyak museum dan galeri yg gak sempet dikunjungin wkt di Le Marais. Enak tempatnya utk nongkrong. Gak terlalu rame,deket sama tempat wisata keren, dan banyak tempat ngemil 👍👍😃

  1. Waaah tempat2 wisatanya seru2 dan unik, nggak biasa….. Centre Pompiduenya asli keren yaaa, selalu jadi referensi di buku2 arsitektur jaman kuliah….

    Menyontek pilihan makanan di meja sebelah <— hahaha, TIPSnya boleh juga niiiih 😉 makanan Yahudinya tampaknya enaaaak….

    Beneran yaa pusing liat wallpapernya rame banget, mungkin dulu belum kenal yang namanya minimalis, hihihihi…..

  2. Suka banget… tempat-tempat wisatanya sarat cerita sejarah, tapi bukan sekadar sejarah sebagai urutan kejadian semata, melainkan berat dengan emosi yang tertuang di dalamnya. Bisa baper beneran kalau saya masuk ke museum yang menunjukkan kekejaman tentara terhadap kaum Yahudi itu. Baca di sini saja rasanya sudah nyess banget. Sayang saya bukan penikmat seni yang bagaimana gitu jadi kunjungan ke NMMA sepertinya tidak akan begitu saya nikmati, haha. Tapi cerita sejarah di sana memang terlalu asyik kalau tidak digali. Apalagi sekalian belajar keindahan bangunan di sana, hehe.
    Perancis memang tanah sang waktu!

  3. Clara, sini gw bisa berbusa ngomongin Rene Magritte karena dia sempet dibahas di kelas desain bagaimana Magritte ini memainkan kontras di lukisannya.

    • hahaha…kalau tau latar belakangnya mungkin bisa lebih menikmati ya. Tapi selama ini tiap ke museum modern art emang bawaannya selalu ngantuk dan bosen, pamerannya suka aneh2 sih soalnya. Aku lebih suka museum sejarah atau classic art.

  4. Baca tulisanmu jadinya pengetahuan tentang kota paris menjadi lengkap dech. nga melulu menara eiffel dan keindahan kota Paris tapi ada sisi sejarah dan sisi gelap kota ini yach. Keren. Selalu senang mampir kesini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s